Resensi
Tari pedalaman bukan hanya sekadar pertunjukan seni budaya di kalangan suku Dayak Pedalaman Kalimantan Timur. Tarian tersebut adalah napas hidup yang mengalir dalam setiap Denyut Jantung masyarakat. Di lembah‑lembah yang masih diselimuti kabut pagi, setiap gerakan penari menirukan Alur sungai Mahakam, menelusuri akar‑akar pohon ulin, dan memanggil roh‑roh yang dijaga oleh nenek moyang. Upacara adat pedalaman, yang digelar setiap kali panen tiba, menjadi momen sakral di mana seluruh warga berkumpul, menonton para penari menari dengan bulu burung enggang, seirama dengan dentingan musik Sape. Melalui tarian itu, mereka mengekspresikan rasa syukur, mengajarkan nilai‑nilai kebersamaan, serta meneguhkan ikatan antara manusia, alam, dan leluhur. Dengan begitu, tari pedalaman tetap menjadi warisan Nenek Moyang yang terus berdenyut, menghidupkan Identitas Budaya Dayak Pedalaman di tengah tengah Tantangan Zaman.
Detail :
– Judul Buku:
TARI PEDALAMAN
– Penulis:
Dra. Hj. Novarita, M.M
– Editor:
Wisynu Aji Indro Asmoro, M.H.