Resensi

          Puasa dalam Islam, selain ibadah, terbukti secara medis menjaga kesehatan tubuh dan mental. Manfaat utamanya mencakup detoksifikasi tubuh, menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan jantung, menstabilkan gula darah, serta mengurangi peradangan. Puasa juga memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat dan memperbaiki sel-sel yang rusak (autofagi).
Ibadah puasa Ramadhan secara ideal mengandung hikmah dan manfaat dalam rangka mempertinggi kualitas kesehatan dan kualitas hidup umat. Ajaran Islam dalam tinjauan teori kesehatan menekankan tindakan preventif atau pencegahan sebelum tindakan kuratif atau pengobatan. Sebuah aksioma umum yang sangat dikenal menyatakan “pencegahan lebih baik daripada pengobatan.” Dalam tinjauan empiris, kualitas kesehatan masyarakat di negara-negara muslim yang secara rutin berpuasa seharusnya lebih baik. Puasa dalam Islam dimulai dengan makan sahur yang dijelaskan dalam Hadis mengandung berkah di dalamnya.
          Menurut sebuah ungkapan Hadis, “Berpuasalah, supaya anda sehat.” Hasil-hasil penelitian di bidang biomedis membuktikan dampak kesehatan ibadah puasa, sebagaimana dijelaskan di muka. Puasa yang ikhlas dan mengikuti tata cara yang benar sesuai tuntunan puasa Rasulullah dipastikan berdampak pada pemeliharaan keseimbangan kondisi jasmani dan rohani, apalagi ditambah puasa sunnah.



    • Detail :

– Judul Buku:
PUASA DALAM SUDUT PANDANG KESEHATAN

– Penulis:

Dr. Ratna Yuliawati, M.Kes.Epid.
Ainur Rachman, Ph.D.
Rusdi, M.Si.
Sri Sunarti, M.H., Ph.D.
Purwo Setiyo Nugroho, M.Epid., Ph.D.

– Editor:

Wisynu Aji Indro Asmoro, M.H

Scroll to Top