Resensi

          Buku ini merupakan hasil proses pembelajaran, refleksi, dan sintesis pengalaman lapangan dalam upaya mendorong tata kelola gambut yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan melalui pendekatan dialogis multipihak.
          Kesatuan Hidrologi Gambut Belayan–Kelinjau merupakan kawasan strategis yang memiliki fungsi penting dalam penyimpanan karbon, pengaturan tata air, pengendalian banjir, serta sebagai ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat lokal. Kompleksitas permasalahan pengelolaan gambut di kawasan ini menuntut pendekatan yang tidak lagi bersifat sektoral dan top-down, melainkan kolaboratif, partisipatif, dan berbasis pemahaman bersama. Dalam konteks tersebut, pengembangan ruang dialogis multipihak menjadi instrumen penting untuk menjembatani perbedaan kepentingan, meningkatkan kepercayaan antar aktor, serta mendorong lahirnya kesepakatan pengelolaan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
          Buku ini disusun sebagai referensi konseptual dan praktis bagi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil dalam mengembangkan mekanisme dialog dan kolaborasi pada pengelolaan ekosistem gambut. Pembahasan dalam setiap bab dirancang saling terintegrasi, mulai dari pengenalan konteks pengelolaan KHG, bentuk-bentuk dialogis pada berbagai tahapan pengelolaan, hingga tantangan dan peluang penguatan tata kelola kolaboratif di tingkat tapak.



  • Detail :

– Judul Buku:
MODEL DIALOGIS MULTI PIHAK DALAM TATA KELOLA GAMBUT

– Penulis:
MISLAN, LARIMAN, EKO HERYADI, ALYA NINDITYAS UTAMI, GEO P. PERDANA

– Editor:
WISYNU AJI INDRO ASMORO, M.H.

Scroll to Top