Resensi

          Abad ke-21 menuntut perombakan total paradigma birokrasi pemerintahan. Ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik kini berada pada titik tertinggi. Warga negara menuntut layanan yang instan, responsif, transparan, bebas pungli, dan dapat diakses langsung dari genggaman tangan. Pelayanan konvensional yang lambat, berbelit-belit, dan sarat dokumen fisik berbasis kertas sudah usang. Model analog tersebut tidak lagi mampu mengimbangi dinamika zaman yang bergerak serbacepat.Menjawab tantangan ini, Pemerintah Indonesia menetapkan haluan baru melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). SPBE bukan sekadar proyek digitalisasi parsial atau pengadaan aplikasi semata. SPBE adalah instruksi yuridis dan kebutuhan absolut untuk merombak total arsitektur birokrasi nasional. Transformasi ini menjadi pilar utama dalam mewujudkan tata pamong yang cerdas (smart governance), bersih, efektif, dan akuntabel.Namun, pada realitasnya, transisi dari sistem analog menuju digital sering kali membentur tembok besar. Hambatan nyata tersebut berupa resistensi kultural, lemahnya infrastruktur, dan ego sektoral antarinstansi. Buku ini hadir sebagai kompas strategis untuk menjembatani jurang pemisah antara regulasi di atas kertas dan eksekusi riil di lapangan.



    • Detail :

– Judul Buku:

Tata Kelola Pelayanan Publik Berbasis SPBE
 

– Penulis:

Asra’i Maros, S,Sos., M.Si., Dr. Nanang Al Hidayat, S.H., M.H. Sandi Alam, S.Kom., M.Kom., Nadyanda Pujasuyara Ulandari

– Editor:

Dr. Hafid Zakariya, S.H., M.H.
Scroll to Top