Resensi

               Mangir Dan Menawan, adalah pewaris nama besar keluarga Prabaswara. Takdir mereka berubah mengerikan ketika sebuah badai dahsyat merenggut kedua orang tua mereka dan mencuri cahaya dari mata Menawan. Mangir, si sulung, harus memikul janji sang Ayah yang terukir tajam di memorinya; “Kau harus kuat, dan kau tidak boleh berhenti melangkah. Kau adalah jangkar Menawan” (Sepenggal pada Narasi pada novel Menawan: Sayap Berlian). Demi mengembalikan cahaya Menawan yang mereka sebut sebagai ‘Sayap Berlian’. Mangir bekerja serabutan, membanting tulang di tengah cemoohan dari lingkungan. Namun, di tengah kegelapan, Menawan menjelma menjadi keajaiban. Ia adalah ‘ratu matematika’ jenius yang mampu memecahkan persamaan sulit di usia yang sangat muda. Di Sekolah Bintang Nusantara, mereka harus menghadapi perundungan berbalut kemewahan, di mana “Cemoohan Di Sekolah Bintang Nusantara Lebih Mematikan Karena Diselimuti Sutra”. Lantas, siapakah ‘Si Menawan’ sebenarnya? Gadis yang tak berdaya, atau anomali yang justru mampu “melihat peta itu lebih jelas daripada mata Mangir yang melihat”?
Novel ini adalah kisah nyata yang membuktikan bahwa ikatan batin adalah modal termahal dan “Jangan Pernah Mematikan Impianmu Sendiri, Jadilah Sayap Berlian Yang Unik”. Mereka adalah dua jiwa yang diselamatkan oleh satu sama lain.



  • Detail :

– Judul Buku : Menawan : Sayap Berlian

– Penulis : Topan Setiawan

– Editor : Wisynu Aji Indro Asmoro

Scroll to Top