Resensi
Sepanjang perjalanan dalam bab-bab buku Seni Tutur Bahasa Kutai ini, kita telah menyelami kekayaan luar biasa dari tradisi lisan masyarakat Kutai. Mulai dari irama puitis Tarsul yang menyampaikan sejarah dan nilai-nilai luhur dengan keasliannya, hingga lantunan Dandeng dan Beladon yang merangkai nasihat, cinta, dan humor dalam pola pantun yang khas. Kita juga telah melihat bagaimana Puisi Bahasa Kutai modern dan kontemporer tetap menjadi wadah ekspresi yang dinamis, berakar pada fondasi bahasa Ibu. Lebih dari sekadar hiburan, sesi Selebrasi cerita dan praktik Bekesah (bercerita) sehari-hari adalah sarana vital untuk melestarikan memori kolektif, etika sosial, dan identitas budaya. Seni tutur ini adalah warisan yang hidup, bukan artefak beku; ia berdenyut dalam setiap interaksi, menawarkan jendela ke dalam jiwa masyarakat Kutai yang mendalam dan penuh makna. Melalui pelestarian dan pengamalannya, kita memastikan bahwa suara nenek moyang akan terus bergema untuk generasi mendatang.
Warisan seni tutur ini memanggil kita semua para penutur, penulis, pendidik, dan generasi muda untuk menjadi penjaga aktif. Bahasa Kutai, dengan segala bentuk tuturnya, adalah inti dari jati diri. Tantangannya kini adalah bagaimana seni Tarsul,Dandeng dan Beladon dapat menemukan ruang baru dalam media modern, bagaimana Puisi Bahasa Kutai dapat terus menginspirasi, dan bagaimana semangat Selebrasi serta tradisi Bekesah dapat terus dihidupkan di tengah arus globalisasi. Dengan mengakui nilai intrinsiknya, kita tidak hanya melestarikan bahasa, tetapi juga cara pandang dunia yang unik. Mari kita jadikan buku ini sebagai permulaan, bukan akhir, dari eksplorasi kita terhadap Seni Tutur Kutai. Teruslah bertutur, teruslah berkisah, dan teruslah merayakan keindahan Bahasa Kutai, karena di dalamnya tersimpan kunci untuk memahami masa lalu dan membentuk masa depan yang berakar kuat pada kearifan lokal.
Detail :
– Judul Buku : SENI TUTUR BAHASA KUTAI (Tarsul, Dandeng, Beladon, Puisi, dan Bekesah)
– Penulis : Alma Syoril Thoha Mahmudah, M.Pd.
– Editor : Wisynu Aji Indro Asmoro